Gempa Padang

Gempa yang menimpa Sumatera Barat utamanya daerah sekitar kota Pariaman dan Kota Padang pada hari Rabu tanggal 30 September terjadi setelah berlangsungnya gempa di Tasikmalaya dan Yogyakarta.

Ada beberapa kejadian yang sempat saya rekam sebelum terjadi Gempa Padang yang kemudian menjadi bahan pembicaraan masyarakat yaitu :

Rumah Gadang taken from virtualtourist.com

Saya menulis persoalan sulitnya mencari ayam halal yang kemudian saya sampaikan dalam kultum di DPN KORPRI pada hari Kamis tanggal 20 Agustus 2009 . Bahasan ini kemudian memunculkan topik “ Umat Islam makan bangkai ayam” dan “Sulitnya mencari ayam halal”. Kedua makalah ini bisa dijumpai di website Gerakan Memakmurkan Masjid yaitu http://memakmurkanmasjid.com

Adanya keributan di sidang DPR terjadinya pertengkaran antara anggota DPR pada hari Rabu tanggal 16 September 20029 padahal itu terjadi dalam suasana bulan Ramadhan dan saya menulis dalam sms : “ Katanya selama bulan Ramadan jin dan setan di belenggu ternyata ada satu yang lolos. Dia ada di DPR pagi ini dengan pakaian khas Muslim”.

Pada suatu hari saya menerima sms dari tutor Risk Manajemen, Bapak Panji K. yang menulis Gempa Padang dengan mencantumkan waktu terjadinya gempa yaitu pk 17.16 dan dikaitkan dengan surat 17 yaitu surat Al Isra ayat 16.

Rupanya sms serupa banyak beredar dan saya juga menerima beberapa komentar dari sahabat dan kenalan yang dapat saya kelompokkan menjadi 3 yaitu :

  1. Mereka yang sangat menyayangkan adanya sms tersebut yang seolah menuduh umat Islam sedang menderita akibat kena adzab dari Tuhannya. Menurut pandangannya umat Islam tidak seharusnya menerima adzab karena ajaran agamanya yang paling benar.

    Maka hanya akan menerima cobaan dan ujian dari Allah SWT bukan adzab.Mereka ini sebenarnya tergolong tidak sensitive dan tidak menyadari adanya gejala umat Islam yang sangat mengkhawatirkan. Merasa paling benar agamanya tetapi “telah masuk dalam lobang biawak” dan semakin lama semakin dalam yang justru menjauhkan dirinya dari hakekat agamanya yang sebenarnya.

  2. Ada yang menerima dengan mengatakan jangan sampai menggurui, meskipun niatnya adalah amar ma’ruf dan nahi munkar. Jadi amar makruf dan nahi munkar masih disikapi sebagai suatu niat bukan amalan. Padahal amar makruf dan nahi munkar yang dikehendaki Allah SWT adalah tindakan nyata.

  3. Ada yang menerima dengan penuh keikhlasan dan sabar serta mengajak untuk mawas diri dan berdoa mengingat kemungkinan banyaknya dosa yang telah terjadi baik yang disadari maupun yang tidak disadari dan Allah SWT mengingatkannya. Adalah hak Allah untuk mengingatkan hambanya apakah yang beriman maupun yang tidak beriman untuk berobah dan memperbaiki diri sebelum kena bencana yang kemungkinan lebih dahsyat. Selain itu karena perbuatan dan kesalahan manusia bisa terjadi keseimbangan alam terganggu sehingga alam dan lingkunganpun menggeliat menyesuaikan diri dengan keseimbangan yang baru yang bisa berujud bencana atau gempa dlsbnya.

Selain itu saya juga menerima sms dari teman yang juga merespon dengan beredarnya di sms mengenai ayat-ayat Al Qur’an, surat 17 yaitu Al Isra ayat 16 dan juga 38. “ Subhanallah, Qur’an itu pasti benar dan kita tidak meragukan, namun beberapa hari yang lalu di milis salah satu situs SMA ada pertanyaan mengenai ayat ini, katanya yang mewah-mewahan dan korup di Jakarta, mengapa Pariaman atau Cianjur Selatan, Garut Selatan yang miskin penduduknya justru kena gempa, bukannya Menteng, Pondok Indah khususnya Gedung DPR, Kejaksaan, Kepolisian, Kehakiman dll. Mungkin Bpk bisa membantu menjelaskan mengenai ini agar saya bisa forward ke milis tersebut”(am).

Betul Pak dimana-mana sudah kotor. Semoga dengan peringatan dari Allah SWT berupa berbagai bencana semua pihak menjadi sadar dan bertaubat sehingga bersih dan benar serta lurus. Insya Allah kita doakan (setidaknya kita jangan sampai ikut kotor, tidak benar dan menyimpang)-kd.

Itu juga yang diisyaratkan Al Qur’an, salah satu tanda kiamat sudah dekat. Semoga itu semua menjadikan kesadaran para mukmin dan mukminat untuk introspeksi kalau masih meninggalkan masalah di dunia yang belum terselesaikan untuk kaum kerabatnya. Insyaallah (tt).

Rasulullah SAW memesankan :” sekiranya besok kiamat masih ada satu biji korma tanamkan”. Maknanya kita tetap harus berbuat kebaikan dan kebajikan apapun kondisi yang dialami di dunia sekalipun dalam suasana mau kiamat dan tidak boleh berputus asa karena hanyalah setan yang berputus asa.

Hari Sabtu tanggal 3 Oktober 2009 saya bersama isteri dan anak-anak ke Bogor menengok eyangnya anak-anak dalam rangka silaturahim Idul Fitri. Sepupu kami di Bogor menyampaikan telah membaca sms saya dan memahami namun dia menanyakan mengapa terjadi di Padang? Menurutnya bukankah banyak masyarakat Padang yang religius dan taat beribadah? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

Namun saya sempatkan membuat komentar sebagai berikut :” Memang Jakarta merupakan simbol kemewahan Indonesia. Perilaku korup terjadi tidak hanya dalam pemerintahan di Pusat di daerahpun terjadi. Bahkan juga di DPR terjadi perilaku korup dan sangat menonjolkan ketidak adilan bahkan perilaku tidak terpuji seperti suap menyuap dalam kaitan dengan Bank Indonesia, Bapeka dll sehingga kesannya DPR kotor. Namun perlu diingat di DPR juga terdiri dari orang-orang dari daerah tidak semuanya dari sekitar Jakarta. Jika mengetahui bahwa perilaku korup ada di DPR mestinya orang-orang daerah yang ada di DPR yang mewakili daerahnya tidak ikut arus tetapi bahkan menunjukkan sikap amar makruf dan nahi mungkarnya karena makanan dan perilaku desa atau daerah mestinya lebih bersih dibandingkan Jakarta. Tetapi kenyataannya mereka tidak mencoba mencegahnya tetapi justru mengikuti arus dan larut ikut tidak bersih maka jika terjadi bencana di daerahnya adalah akibat juga perilaku wakil-wakil mereka yang ada di DPR yang ikut menentukan berbagai kebijakan Negara”.

Sesampai kembali ke Jakarta, saya lalu mencari Koran Republika tanggal 1 Oktober dan saya menemukan data Gempa Padang di halaman satu dan tertulis data yang saya perlukan yaitu :

  • Gempa Tektonik
    • Kekuatan : 7,6 Skala Ritcher.
    • Waktu :17.16
    • Lokasi : 0,84 15, 99,65 BT (57 km Barat Laut Pariaman)
    • Kedalaman : 71 km
  • Gempa Susulan
    • Kekuatan : 6,2 Skala Ricther
    • Waktu : 17.38 Wib
    • Lokasi : 0,72.15.99,94 BT (22 km Barat Daya Pariaman)
    • Kedalaman : 110 km

Dari pemantauan TV One dan Metro TV, Kabupaten Pariaman dan Padang mengalami kerusakan yang paling parah. Pariaman karena dekat pantai. Mal terbesar di padang runtuh demikian pula sebagian besar gedung-gedung bertingkat dua runtuh. Angka penduduk yang meninggal jika sebelumnya diperkirakan 500 telah menjadi 1000. Banyak penduduk yang terperangkap didalam gedung-gedung bertingkat maupun hotel-hotel yang ada di Padang dan Pariaman. Berdasarkan pemantauan 95 % rumah di Pariaman mengalami kerusakan dan runtuh. Selain itu terjadi longsor yang menimbun desa-desa sekitarnya sehingga banyak warga desa yang tertimbun tanah longsor sehingga rata dengan tanah.

Ketika terjadi gempa yang pertama pada pk 17.16 maka jika dilihat dalam Al Qur’an ayat 17 yaitu Surat Al Isra ayat 16 tertulis : “ Dan apabila Kami menghendaki untuk membinasakan suatu negeri, Kami menyuruh orang-orang yang hidup mewah, supaya taat kepada Allah lalu mereka berbuat kedurhakaan dalam negeri itu, maka benarlah berlaku atasnya ketentuan Allah siksa-Nya, lalu Kami menghancurkan sehancur-hancurnya

Gempa susulan terjadi pada pk 17.38 dalam Al Isra ayat 38 tertulis :”Semua larangan itu kejahatannya di sisi Tuhanmu adalah sangat dibenci

Barangkali dari ayat 38 dapat dijelaskan mengapa terjadi gempa yang demikian dahsyat di Padang.

Jika di tarik kebelakang dari ayat 38 maka mulai dari ayat 22 banyak larangan yang diperingatkan Allah kepada manusia khususnya umat Islam karena kegiatan atau amalan yang dilarang tadi menimbulkan kejahatan yang sangat dibenci Allah SWT yaitu :

Ayat 22:Janganlah engkau adakan bersama Allah tuhan yang lain, maka jadilah engkau tercela dan terhina” (dengan Gempa ini kalau itu dikatakan adzab tentunya masyarakat Padang sangat terhina dan tercela karena mereka adalah masyarakat yang dikenal religius dan taat beribadah).

Ayat 23 :… Janganlah kamu menyembah melainkan kepada-Nya dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Janganlah keduanya engkau bentak

Ayat 24:Tuhan kamu lebih mengetahui apa yang ada dalam dirimu. Jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat

Ayat 26:Berilah kepada kerabat-kerabat akan haknya, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah engkau boros

Ayat 29 :janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada tengkukmu (kikir), dan jangan pula engkau bentangkan selebar-lebarnya (boros), karena engkau akan tercela lagi menyesal”.

Ayat 31 :.. Janganlah kamu membunuh anak-anak karena takut kemiskinan. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah dosa besar”.

Ayat 32 : Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sangat keji dan sejahat-jahat jalan”.

Ayat 33: Janganlah kamu membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali karena alasan yang benar”.

Ayat 34: Janganlah kamu mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang sebaik-baiknya sampai dia dewasa. Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu akan diminta pertanggungan jawabnya

Ayat 35 :Dan cukupkanlah sukatan apabila kamu menyukat dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Demikian itu lebih utama dan sebaik-baik akibat”.

Ayat 36:Janganlah engkau turut apa yang engkau tidak ada ilmu padanya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan ditanya”.

Ayat 37: Janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong, sesungguhnya engkau tidak akan menembus bumi dan engkau tidak akan sampai setinggi gunung

Jika dalam kitab Taurat kita mengenal “Ten Commendment” maka disini dari ayat 22 sampai dengan 37, kita mengenal Tiga belas larangan AllaH SWT atau “ Thirteen Commendment”.

Daerah-daerah yang dikenal sebagai konsentrasi umat Islam yaitu Aceh dan Sumatera Barat ternyata mendapatkan ujian yang berat. Allah SWt mengingatkan ada sesuatu yang harus diperbaiki dan mawas diri dari umat Islam yang merupakan mayoritas mengenai kemungkinan telah terjadinya pelanggaran terhadap agamanya dan ketidak patuhan dalam mentaati perintah agama. Lebih mempercayai pendapat dari otaknya dan manusia. Semakin lama umat dan pemimpinnya semakin dalam masuk ke dalam lobang biawak, semakin menjauh dari Al Qur’an dan As Sunnah.

Bersamaan dengan gempa Padang diikuti juga gempa di Jambi pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2009 pukul 8.52 dengan 7.6 skala richter dikedalaman 10 km 46 km disebelah Tenggara Sungai Penuh. Kita perhatikan surat 8 surat Al Anfaal ayat 52 namun kita akan memulai dari ayat 51 sebagai berikut :

Ayat 51 :Demikian itu disebabkan perbuatan-perbuatan tangan kamu sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak menganiaya hamba-hamba-Nya

Ayat 52 : “(keadaannya) sama dengan keluarga Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya mereka ingkar dengan ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi keras siksa-Nya”.

Ayat 53 :Demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan merobah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum (bangsa), hingga kaum(bangsa )itu berusaha merobah apa yang ada pada diri mereka sesndiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Al Qur’an menjelaskan ada sesuatu yang tidak benar dengan bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam setelah memperoleh kemerdekaannya. Melalui gempa, Allah mengingatkan agar umat Islam melakukan perbaikan dan perobahan karena setelah 64 tahun merdeka Republik Indonesia telah menjadi negeri yang tidak bersih, tidak sehat dan tidak benar. Akibat pemerintahan setelah kemerdekaan dan juga dimasa Orde Baru memanajemeni Indonesia dengan tidak benar dengan berbagai kebijakannya yang salah arah dan terjadinya double standar telah menimbulkan berbagai kerusakan akhlak, alam dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Aparatur negara menjadi korup, timbulnya KKN, kualitas SDM rendah dll.

Upaya perbaikan diserahkan kepada umat Islam sendiri termasuk para ulama dan pemimpinnya. Allah tidak akan merobah sebelum bangsa itu merobahnya. Sekiranya tidak mau merobah diri dan membersihkan diri maka Allah SWT dengan alam akan melakukannya yang berarti akan lebih dahsyat akibatnya. Bahkan Allah akan mengganti bangsa Indonesia yang mayoritas Islam dengan bangsa lain sebagaimana dinyatakan dalam berbagai surat di Al Qur’an. Semoga ini disadari oleh para ulama , pemimpin dan umat.

Selama ini sesudah melakukan berbagai amandemen, MPRnya tidak berbuat apa-apa membiarkan kerusakan negeri berjalan dan kegiatan penghancuran diri yang dilakukan bangsa Indonesia dibiarkan saja oleh MPR. MAnya telah kotor, DPRnya juga demikian, Bapeka kotor, Pengadilan Kotor. APBN kotor.Ulamanya juga ikut larut kotor. Tidak terkecuali aparatur negara nya mengikuti. Apakah bangsa Indonesia sedang mengarah kepada penghancuran dirinya sendiri (self suicide)?

Jika tidak ada upaya yang keras bangsa Indonesia untuk bersih diri akan terus terjadi gempa, tsunami, banjir air dan banjir lumpur, wabah dan kecelakaan baik di darat, laut, udara akan semakin banyak. Umat mayoritas telah menjadi minoritas akibat 1). Pemimpin, ulama dan umat islam semakin tidak bersih…. kotor dan dibiarkan saja oleh ulama dan umara. 2). Pemimpin, ulama dan umat semakin dalam terperosok lobang biawak. 3). Terjadi kesenjangan (gap) : niat, pemahaman dan pengamalan. Pemimpin, ulama dan umat semakin jauh dari Al Qur’an dan As Sunnah. Diperlukan upaya atau jihad yang luar biasa. Namun upaya sekecil apapun dari setiap pribadi muslim sangat dinantikan. Semoga dapat menjadikan umat “back to basic” dan menyelamatkan Indonesia yang Islami.

“…… Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (Al Baqarah:2:222)

Abaikan kemungkaran dan kemaksiatan

Bencana memang melanda Indonesia sejak tahun 2004 dan seolah tiada berhenti. Saya juga mencoba mencari di internet mengenai banyaknya gempa di Indonesia. Banyak data yang saya peroleh dari sejak tahun 2004. Selain itu saya menerima banyak sms yang menanyakan persoalan bencana dantidak habis mengerti mengapa masih banyak orang yang taat beribadah dan shalat tetapi kenapa daerah tersebut terkena bencana?. Alhamdulillah, Allah SWT memberikan jalannya.

Rupanya Allah SWT menginginkan Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam menjadi negara yang bersih, sehat dan benar.

Persoalan amar ma’ruf dan nahi mungkar tidak boleh dipandang remeh dan sepele.

Ketika suatu sore jalan-jalan di Toko Buku Gramedia Puri Mal, Jakarta Barat saya menemukan buku Amru Khalid, penulis kenamaan dari Arab dengan judul :D AHSYATNYA HIDAYAH atau aslinya “AL HIDAYAH”, cetakan ketiga : Rajab 1430 H/Juni 2009M, AKBAR Media Eka Sarana, Jakarta. Setelah membaca isinya, insyaAllah bisa menjelaskan persoalan bencana yang terjadi di di Indonesia dari Aceh, Padang, Yogya, Tasikmalaya dan lain-lainnya sebagaimana tertulis di halaman 178-179 sebagai berikut :

Tujuan paling tinggi dalam hidup ini adalah mempersembahkan semua kehidupan kita pada agama, menanamkan rasa cinta kita kepada Allah Ta’ala dan agamanya. Saudaraku, ketauhilah bahwa Allah Azza wa Jalla pernah memerintahkan kepada Malaikat Jibril untuk menghancurkan sebuah negara dan juga penduduknya, tapi Jibril berkata, “ Ya Allah , di Negara itu masih ada orang yang sujud kepada-Mu, ia tidak pernah berhenti mengingat dan bersujud dihadapan-Mu”.

Allah lalu berfirman kepada Jibril,” Wahai Jibril lakukan apa yang Aku perintahkan!”

“ Bagaimana, mungkin aku melakukannya?”

Lantas Allah menjawab dalam firman-Nya,” Memang ia tidak pernah berhenti memalingkan wajahnya dari-Ku, tapi ia juga abai dengan kemungkaran dan kemaksiatan yang menyebar di sana!

Sekiranya kebanyakan penduduk disuatu kampung melakukan kemaksiatan, dan disana ada satu orang yang tidak pernah berhenti beribadah tapi tidak mau tahu dengan kemaksiatan yang merajalela di sekitarnya itu, dan ia tidak mau mengajak kepada yang makruf dan mencegah perkara mungkar, maka Allah akan menurunkan adzab-Nya kepada mereka semua, baik yang taat maupun yang berbuat mungkar.

Dimanakah gerangan orang yang hatinya telah tertanam keinginan untuk mengajak orang lain berbuat baik dengan penuh kasih sayang, dan berkata,” Aku cinta pada agamaku, aku menjalankan shalat tarawih, dan setiap kali aku melewati jalan, aku mengajak temanku untuk kembali kepada Allah?”

Ingatlah firman Allah Ta’ala diatas,” Memang ia tidak pernah berhenti memalingkan wajahnya dari-Ku, tapi ia juga abai dengan kemungkaran dan kemaksiatan yang menyebar disana!” Dia takut manakala ia mencegah kemungkaran, maka itu akan membahayakan dirinya, perusahaannya ataupun rumahnya.

Jangan Takut! Mulailah untuk mencegah kemungkaran!

KEWAJIBAN UMAT ISLAM

Dalam tulisan Amru Khalid diatas , Allah SWT mengingatkan tentang kewajiban umat islam untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Diantara keduanya maka nahi munkar adalah yang terberat sebagaimana sudah diingatkan dan disinyalir Allah SWT mengenai bagaimana respon atau tanggapan manusia atas perintah untuk bernahi mungkar. Adanya ketakutan terusiknya dan kehilangan kedudukan atau jabatannya, harta bendanya atapun perniagaannya serta pertemanannya.

“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”
(Ali Imran:3:110)

Umat Nabi Muhammad bagi Allah dinyatakan sebagai umat pilihan karena terbaik dalam menegakkan amar makruf dan nahi mungkar.

Diantara sekian banyak ibadah dimanakah kedudukan amar makruf dan nahi mungkar itu ? Dalam surat At Taubah ayat 71 Allah Swt menunjukkan secara agak jelas hal-hal tersebut :

“ Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian (mereka) adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah “.
( At Taubah :9:71).

Jika melihat kepada struktur ayat diatas maka amar makruh dan nahi mungkar itu disebutkan lebih dahulu maka harus dikerjakan terlebih dahulu daripada shalat dan zakat. Hal ini menunjukkan bahwa amar makruf dan nahi mungkar sangat diperlukan untuk mengerjakan shalat dan berzakat serta ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Amar ma’ruf dan nahi mungkar menunjukkan suatu akhlak.

Lalu apa yang harus dilakukan sekiranya menemui perbuatan keji dan mungkar ? Sesuai dengan surat dan ayat maka ketika melihat atau menemui kejadian atau sesuatu yang keji dan mungkar termasuk kedzaliman, kemunafikan maka yang harus dikerjakan adalah :

” Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak sanggup (mengubah dengan tangan) maka ubahlah dengan lisannya. Jika (dengan lisan) masih belum sanggup juga maka ubahlah dengan hatinya. Dan ini adalah selemah-lemah iman”
(HR Muslim)

Bagi yang mengerjakan amar makruh dan nahi mungkar maka dinyatakan oleh Allah SWT sebagai orang yang beruntung.

” Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung”
( Ali Imran:3:104)

Hal ini juga terkait dengan hadits sebagai berikut :

“ Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, dan menjauhkan dari Allah”.(HR Ahmad)

Jadi bagi mereka yang melihat adanya kemungkaran, kedzaliman serta ketidak adilan, kemudian tidak berusaha mencegahnya maka shalatnja justru akan menjauhkan dari Allah. Ini maknanya sholatnya tidak ada gunanya atau sia-sia. Jadi amar ma’ruf dan nahi mungkar merupakan syarat diterimanya shalat atau dengan kata lain shalat seseorang akan khusuq jika dia melaksanakan amar ma’ruf dan nahi mungkar..

“ Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya hendaknya kalian memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, atau hampir-hampir Allah menurunkan atas kalian siksaan dari sisinya, kemudian kalian berdoa kepada-Nya, akan tetapi doa kalian tidak diijabah”
(HR Ahmad dari Hudzaifah)

“ Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pada umat sebelumku, melainkan mereka (para Nabi) memiliki para pengikut setia dan para sahabat, yang mereka memegang sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian bahwasanya tertinggal setelah mereka orang-orang yang berpaling, yang mereka mengatakan apa-apa yang mereka tidak perbuat, dan mereka melakukan apa-apa yang tidak diperintahkan. Maka barangsiapa yang berjuang (untuk melawan mereka) dengan tangannya, maka dia adalah mukmin, dan barangsiapa yang berjuang( melawan mereka) dengan lisannya, maka dia adalah mukmin, dan barangsiapa yang berjuang dengan hatinya maka dia adalah mukmin, dan tidak ada setelah itu iman, walaupun sebesar biji sawi”
(HR Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)

“Siapapun di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaknya ia ubah dengan tangannya; jika tidak mampu maka dengan lisannya; jika tidak mampu maka dengan hatinya; dan hal itu adalah selemah-lemahnya iman“.
(HR Muslim dari Abu Sa’id Al Khudlri)

Dari hadits diatas dinyatakan dinyatakan dalam melihat kemungkaran yang terbaik bagi seorang muslim yang beriman adalah berbuat untuk mencegah baik dengan tangan , dengan tulisan dengan membuat kebijakan dalam bentuk SK/UU dan dengan bicara. Jika tidak mampu dengan hatinya artinya dengan doa. Jika harus dengan doa itu merupakan selemah-lemah iman.

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu“
( An Nisaa:4:135)

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan“.
( Al Maidah:5:8)

“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, hendaknya kalian memerintahkann yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, atau hampir-hampir Allah menurunkan atas kalian siksaan dari sisi-Nya, kemudian kalian berdoa kepada-Nya, akan tetapi doa kalian tidak diijabah“
( HR Ahmad)

“Tatkala Bani Israil jatuh kepada kemaksiatan, kemudian ulama mereka mencegahnya. Akan tetapi m,ereka tidak berhenti dari kemaksiatannya. Kemudian (ulama ) mereka menjadi teman duduk mereka, teman makan mereka, dan teman minum mereka. Maka tatkala Allah melihat hal itu dari mereka, maka Allah palingkan hati mereka sebagian mereka atas sebagian yang lain, kemudian Allah melaknat mereka atas lisan Nabi-nya, Dawud dan Isa bin Maryam:” Demikian itu terjadi karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas” ( Al Baqarah:2:61)(HR Ahmad, Abu Dawud dan Turmudzi).

” Allah ’azza wa jalla berfirman” Perintahkanlah oleh kalian yang makruf dan cegahlah kemungkaran, sebelum kalian berdoa kepada-Ku, kemudian Aku tidak dikabulkan doa kalian, dan sebelum kalian meminta kepada-Ku, kemudian Aku tidak berikan, dan sebelum kalian minta tolong kepada-Ku, kemudian Aku tidak memberikan pertolongan kepada kalian”
(HR Hudzaifah ra)

” Didatangkan seorang pada hari Kiamat, kemudian di dilemparkan ke dalam neraka, lalu terburailah isi perutnya (ususnya). Kemudian dia berputar di dalam api neraka sebagaimana berputarnya keledai yang digiling dengan batu gilingan, lalu penduduk neraka berkumpul atasnya, kemudian mereka berkata :” Apa yang terjadi padamu?” Bukankah kamu dahulu suka menyuruh kepada yang makruf dan melarang dari yang mungkar? Dia lalu menjawab :” Benar! Aku dahulu memerintahkan kalian yang makruf, akan tetapi aku sendiri tidak melakukannya, aku melarang yang mungkar, namun aku sendiri justru melakukannya”
(HR Bukhari dan Muslim)

” Dan demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya sungguh kalian (memiliki dua pilihan, yaitu ) benar-benar memerintah berbuat amar makruf) dan melarang berbuat mungkar (nahi mungkar), ataukah Allah akan mendatangkan siksa dari sisi-Nya yang akan menimpa kalian. Kemudian setelah itu kalian berdoa, maka doa itu tidak akan dikabulkan”.
(HR Tirmidzi)

Hadits ini memberikan pilihan. Setiap pribadi muslim diberikan pilihan untuk berdakwah dan berjihad ataukah tidak melakukannya. Jika tidak berdakwah dan berjihad maka akan ditimpakan adzab serta tidak terkabulnya doa. Padahal Allah SWT telah berjanji untuk mengabulkan setiap doa dan tiada adzab kecuali siksa. Arti nya setiap pribadi muslim yang tidak melakukan dakwah dan jihad maka akan mendapatkan siksa dan doanya tidak terkabulkan. Jadi dakwah dan jihad adalah suatu kewajiban.

Siapa yang tidak mendakwahi orang dzalim akan ditimpa siksaan yang bukan hanya menimpa orang dzalim itu saja. Mencegah kedzaliman dengan jalan berdakwah merupakan perkara yang wajib. Membiarkan kedzaliman berarti menyerahkan dirinya untuk disiksa bersama dengan orang-orang dzalim tersebut.

Ini terkait dengan surat Al A,raf :7:163:166 : 97-100 dan Ar ruum:30:41

Jadi amar ma’ruf dan nahi mungkar terletak sebelum dan sesudah shalat dilakukan. Output dari sholat adalah juga kewajiban melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar yang hal ini sering dilupakan oleh pribadi muslim. Ketika mereka telah selesai melaksanakan shalat kemudian terjadi kejadian yang berkaitan dengan amar ma’ruf dan nahi mungkar dan membiarkan saja dengan tidak ada upaya yang dilakukan dan mencegahnya maka shalatnya menjadi tidak kaffah. Allah menyatakan bahwa jika terjadi hal-hal yang terkait dengan nahi mungkar ternyata tidak dilakukan maka yang bersangkutan berarti tidak mematuhi perintah-Nya artinya membangkang dan bagi mereka yang tidak patuh maka dia bisa dikategorikan sebagai orang-orang yang fasik. Jika ini terjadi maka tinggal tunggu siksa dari Allah SWT akan terjadi.

” Ajaklah (manusia) berbuat kebajikan dan cegahlah dari berbuat kemungkaran sebelum tiba saatnya dimana kalian berdoa kepada-Ku, tetapi Aku tidak mengabulkan doa kalian. Kalian meminta sesuatu kepada-Ku, tapi Aku tidak akan memberinya, dan kalian meminta pertolongan kepada-ku, tapi aku tidak akan menolong kalian”
( HQR Dailami daRi Aisyah ra)

”Wahai sekalian manusia! Sesungguhnyaa Allah swt berfirman kepada kalian: Ajaklah (manusia) berbuat kebajikan dan cegahlah dari berbuat kemungkaran sebelum tiba saatnya dimana kalian berdoa kepada-Ku, tetapi Aku tidak mengabulkan doa kalian. Kalian meminta sesuatu kepada-Ku, tapi Aku tidak akan memberinya, dan kalian meminta pertolongan kepada-ku, tapi aku tidak akan menolong kalian”
( HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Rasulullah SAW bersabda : ”Apabila manusia melihat kemungkaran dan tidak berusaha merobahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan adzab siksa-Nya secara merata

“ Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”.
( Al Anfaal:8:25).

” Tidaklah suatu kaum yang salah seorang diantara mereka berbuat maksiat, sedangkan pada kaum itu terdapat orang-orang yang lebih kuat darinya, namun tidak menegurnya, melainkan Allah akan meratakan bencana untuk mereka semua”.
(HR Ahmad dan Abu Dawud)

Banyak cerita dalam Al Qur’an yang mengungkapkan bahwa kehancuran suatu kaum atau bangsa karena mengabaikan amar ma’ruf dan nahi mungkar.

Membasmi kemungkaran adalah suatu jihad yaitu satu perjuangan suci yang diridloi Allah SWT termasuk memperingatkan kepada penguasa atau pemerintah agar senantiasa berjalan dalam jalan lurus dan menumbuh kembangkan keadilan sebagaimana dinyatakan dalam hadits sebagai berikut :

” Jihad yang paling utama ialah menyampaikan kebenaran (alhaq) terhadap penguasa yang dzalim”
( HR Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Majah ra)

Semenjak terjadinya gempa di Sumatera Barat saya mencoba mencari data selengkapnya mengenai gempa dan bencana yang terjadi di Indonesia. Alhamdulilah, Allah SWT memberikan jalannya. Sabtu pagi tanggal 17 Oktober 2009 sesudah sholat Subuh di Masjid Al Muthmainnah, saya membaca koran Kompas. Saya memang berlangganan 2 koran yaitu Republika setiap hari dan khusus Sabtu dan Minggu ditambah dengan koran Kompas. Koran Kompas hari Sabtu tersebut di halaman pertama ada tulisan dengan judul POTENSI GEMPA BESAR TERKURANGI. Dalam tulisan ini ada yang selama ini saya cari yaitu rekapitulasi gempa di Indonesia dari sejak tahun 2000 sampai yang terakhir terjadi pada hari Jum’at pk 16.52 di Ujung Kulon, Banten. Data dari Kompas melengkapi penulisan saya ini. Dari informasi internet sebelum tahun 2000 di Indonesia terjadi juga gempa tetapi tidak sesering yang terjadi sesudah tahun 2000 yang prosesnya seperti berkelanjutan tidak pernah berhenti.

Semoga tulisan ini dapat menjelaskan yang banyak ditanyakan masyarakat terkait dengan berbagai bencana yang menimpa negara tercinta.

“Ya Allah, terima kasih atas pembelajaran yang Engkau berikan”.

Jakarta, 17 Oktober 2009

Penulis adalah Achmad Subianto:
Ketua Gerakan Memakmurkan Masjid, Ketua Komisi Pengawas BAZNAS 2005-2011, Penasehat ISEI Cabang Jakarta 2001-2011, Ketua Umum Fokkus, Babinrohis Pusat, Mantan bendahara DPN KORPRI 2004-2009, Mantan Ketua IV PWRI 2003-2009, Ketua Umum Federasi Perasuransian Indonesia 2003, Ketua Umum Asosiasi Jaminan Sosial dan Jaminan Sosial 2000-2008, Direktur Utama PT Taspen 2000-2008

Beri komentar

Anda dapat menggunakan tag-tag XHTML berikut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>