Judul tulisan ini terlalu keras barangkali. Tetapi fakta dan kenyataan yang terjadi adalah demikian. Derasnya arus modernisasi dan masuknya budaya Barat di kota-kota besar seperti Jakarta sebagai kota metropolitan telah menyebabkan beberapa kemunduran dan degradasi bagi umat Islam untuk melaksanakan ajaran agamanya dengan baik. Setahap demi setahap sudah mulai masuk ke lobang biawak? Menjauh dari ajaran yang sebenarnya. Misalnya ketika dulu tinggal di kampung atau desa masih dapat menunaikan sholat Jum’at dengan mandi Jum’at terlebih dahulu tetapi sesudah pindah ke Jakarta kebaikan tersebut tidak lagi pernah dilakukan dan telah lama ditinggalkan.
Demikian pula dulu sangat mudah memperoleh makanan yang benar-benar halal misalnya mendapatkan daging ayam yang halal tetapi setelah pindah ke Jakarta sulit untuk mendapatkan daging ayam yang benar-benar halal. Terlebih lagi dengan kehadiran fastfood yang merupakan kebudayaan Barat. Meskipun ada tulisan label halal dan ditanggung halal…. tidak menjamin bahwa ayam yang dihidangkan adalah halal sesuai syariat Islam. Jika itu terjadi berarti pedagangnya atau penjualnya telah berbohong kepada pembeli dan konsumennya. Apalagi jika dikatakan ayamnya adalah halal padahal ayam tersebut masuk kategori bangkai. Bagaimana restauran atau penjual yang beragama Islam yang setiap hari sholat dan berpuasa tetapi saat berdagang harus dengan membohongi publik. Kebohongan akan menjerumuskan bagi yang melakukannya kepada api neraka. Dia tentunya harus mempertanggung jawabkan diri dan kegiatannya dihadapan Allah SWT kelak karena telah menjual ayam bangkai. “Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa” (surat Al Jatsiyaah:45:7)
Modernisasi memang harus diimbangi dengan revolusi kebudayaan agar nilai-nilai luhur yang selama ini hidup di masyarakat tidak terdilusi. Modernisasi selain menyebabkan kebaikan dengan adanya etos kerja keras juga menimbulkan hal-hal yang buruk seperti fastfood, makanan haram, tattoo, gay, kawin cerai, supermall dll. Jika tidak diimbangi dengan revolusi kebudayaan maka nilai-nilai luhur akan hilang.
Cerita yang pernah kita dengar dari berbagai media adalah terjadinya restoran Wong Solo. Restoran Wong Solo ini bermula dari Medan adalah karena Pengusaha Restorannya ingin memenuhi keinginan temannya untuk mendapatkan makanan dengan menggunakan daging ayam yang halal. Lalu dia berketetapan untuk membuka restoran Wong Solo dan kemudian booming keseluruh Indonesia. Namun ternyata niat yang semula suci dan baik karena Allah taala diikuti niat kedua yang untuk mempromosikan poligami. Akhirnya restauran yang semula ramai dan sangat dikenal dengan ayamnya yang halal lama-kelamaanpun tiada lagi yang berkunjung. Bangkrut. Di Meruya, Kebon jeruk Jakarta Barat sudah tidak ada lagi. Lokasinya sudah tinggal tanah kosong.
Niat pertama yang suci sudah dikotori dengan niat kedua yang nganeh-anehi.
Ternyata juga tidak semua Restauran Padang di Jakarta dapat dipastikan menjamin dengan menyajikan masakan ayam dari daging ayam yang halal. Salah satu Restauran Padang di Jakarta yang penulis tahu menyajikan daging ayam yang halal adalah Restauran Padang Sederhana di jalan Raden Saleh, Jakarta yang juga menjual martabak Mesir . Sedangkan restauran Sederhana-sederhana yang lain……. wallahualam.
Sebenarnya ayam yang bagaimana yang halal dan bagaimana mengetahui bahwa daging ayam tersebut halal atau tidak. Memang sungguh berat konsekwensinya bagi seorang muslim yang memakan daging hewan yang tidak disembelih karena Allah Taala berarti dia makan bangkai maka dia dikategorikan sebagai orang musyrik.
“ Diharamkan bagimu memakan bangkai), darah, daging babi, dan daging hewan yang disembelih bukan atas nama Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan diharamkan pula yang disembelih untuk berhala” (Al Maidah:5:3)
Ayam yang disembelih dengan tidak dibacakan basmallah dan allohuakbar yaitu “bismilahiallohuakbar” berarti binatang tersebut tidak disembelih dengan nama Allah dan dikategorikan sebagai bangkai. Perhatikan daging ayamnya dan yang paling mudah adalah paha ayam. Ketika paha ayam dikupas dagingnya maka akan terlihat : jika tulangnya putih dan tidak ada bercak maka penyembelihannya telah benar sesuai syariat Islam berarti menyebut nama Allah. Tetapi jika ada bercak darah atau hitam-hitam berarti penyembelihannya tidak benar.
Itu saja ciri khas untuk mencari ayam yang benar-benar di sembelih dengan nama Allah.
Perhatikan penjelasan berikut ini:
“ Wahai sekalian orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram, sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”
(At Taubah:9:28)
Mereka yang digolongkan sebagai orang musyrik dinyatakan najis sehingga oleh Allah SWT mereka tidak diperbolehkan untuk mendekati Masjidil Haram. Mendekati saja tidak boleh apalagi datang untuk beribadah berarti tidak diperbolehkan berumrah maupun berhaji. Jika ia tetap berangkat berumrah atau berhaji maka haji dan umrahnya itu akan sia-sia. Maka sebaiknya sebelum berhaji tunaikan semua kewajiban dan jauhi perbuatan yang mengarah kepada musyrik.
Siapa dan apakah yang musyrik itu ?
Mereka yang musyrik adalah :
- Mereka yang bukan pemeluk agama Islam yang menTuhankan bukan Allah, Tuhan semesta Alam atau yang men”dua”kan Allah.
- Mereka yang Islam tetapi tidak mengikuti perintah Allah a.l :
- Tidak menunaikan zakat.
“ Celakalah bagi orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka ingkar akan hari akherat ”
(Fushshilat:41:6-7)
Berarti orang-orang yang tidak berzakat adalah orang musyrik maka mereka yang tidak berzakat, berinfaq dan shadaqah tidak dibenarkan mendekati Masjidil Haram berarti tidak diperbolehkan berumrah maupun berhaji. Oleh karena itu sebelum berangkat haji persiapkan dan cek dengan sebaik-baiknya apakah penghasilan dan harta kita telah dikeluarkan zakat, infaq dan shadaqahnya. Jangan sampai itu menjadi penghalang bagi kita untuk mendatangi Masjidil Haram.
- Bangga dengan golongannya.
“ Janganlah engkau menjadi orang musyrik yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka “.
( Ar Ruum:30:31-32 )
Phenomena saat ini umat Islam terpecah dalam berbagai partai, golongan dan madzab atau sekte. Mereka yang menyatakan dirinya paling benar berarti yang lain menjadi tidak benar maka menurut surat Ar Ruum ini mereka yang menyatakan dirinya paling benar itu adalah orang yang membanggakan diri dan mereka itu adalah musyrik.Jadi cek lagi apakah kita selama ini telah berlaku seperti yang tercantum dalam surat Ar Ruum diatas.
- Memakan daging hewan tidak disembelih dengan nama Allah.
“ Dan janganlah kamu memakan binatang yang tidak disebut nama Allah (ketika menyembelihnya), sesungguhnya hal itu suatu kefasikan. Dan sesungguhnya setan-setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka menentang kamu, dan jika kamu menuruti mereka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”
(Al An’aam:6:121)
Kita harus menjaga dengan cermat mengenai makan dan makanan kita terutama yang berasal dari hewan karena adanya keharusan bahwa hewan yang harus disembelih itu terlebih dahulu harus dibacakan dengan menyebut : Nama Allah. Sesuai dengan surat Al An’aam diatas bahwa kalau kita mengabaikan hal tersebut maka kita akan terjerumus menjadi orang-orang yang musyrik karena daging yang kita makan tidak lagi halal tetapi telah masuk dalam kategori bangkai.
Jadi ada 3 hal yang dapat menjerumuskan kita menjadi golongan orang musyrik yaitu yang tidak mengeluarkan zakat dan yang suka membanggakan status, golongan, madzab, sekte atau partainya serta mereka yang memakan makanan yang tidak disembelih dengan menyebut nama Allah SWT. Oleh karenanya hal itu harus menjadi perhatian kita selama kita melakukan persiapan untuk menunaikan Ibadah haji.
Jangan-jangan itu pula yang menyebabkan terjadinya krisis di Indonesia negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Meskipun banyak yang pergi haji namun hajinya masih jauh dari mengikuti aturan yang tercantum dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Bahkan larangan yang ada dilanggar secara terang-terangan sehingga haji yang dikerjakan tidak diterima oleh Allah SWT.
Jangan-jangan demikian pula yang terjadi dengan jemaaah haji kita mungkin banyak yang hajinya tidak diterima Allah SWT sehingga terjadilah krisis seperti saat ini (BACA NASEHAT BAGI YANG AKAN MENJADI TAMU ALLAH) …as
Ini menjadi kesempatan bagi para pengusaha dan UKM untuk benar-benar menyajikan fast food yang ala syariah Islam bukan syariah-syariahan dengan label halal padahal yang dijual adalah bangkai.
Sukses bagi anda yang akan mencoba bisnis inidengan menghadirkan daging ayam halal.
Ketika mendalami persoalan ini bulu roma penulis berdiri jika teringat saat ibu rumah tangga menyajikan masakan daging ayam dagingnya diragukan karena daging ayamnya seringkali masih ada bercaknya. Padahal itu dibeli di supermarket. Dengan memberikan makanan tersebut kepada anak-anak dan cucu berarti kita sebagai orangtua telah menjerumuskan anak-anak kita dan keturunan kita kepada api neraka. Hal ini tentunya akan dipertanggung jawabkan di akherat kelak karena setiap orangtua dipesan agar melindungi anak dan keturunan serta saudaranya dari api neraka.
“ Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu………”.
(surat At Tahrim :66:6: )
Ya Allah, ampunilah segala sesuatu yang telah terjadi karena kelalaian dan ketidak tahuan kami.
Untuk mendapatkan ayam yang benar-benar halal ternyata bisa juga dengan memesan melalui pedagang sayur yang biasanya berjualan keliling komplek atau rumah. Mereka biasanya orang-orang yang masih lugu dan yang masih mempertahankan cara-cara tradisional yang islami. Dari merekalah akhirnya kami mendapatkan ayam yang benar-benar halal. Alhamdulillah.
Pada setiap Rabu subuh di Masjid Al Muthmainnah Komplek Keuangan Kembangan Selatan senantiasa di adakan pembahasan mengenai As Sunnah sebagai pelengkap pembahasan Al Qur’an yang diadakan pada setiap hari Sabtu Subuh. Pada Rabu subuh tanggal 19 Agustus 2009, ustadz Rahmat Nuzul SAg membahas antara lain hadits nomor 129 dari Ringkasan Shahih Bukhari terbitan Mizan. Dalam hadits tersebut tertulis surat Al Baqarah (2:159) yang menyatakan “ Sungguh mereka yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk-petunjuk, sesudah Kami terangkan kepada orang dalam Al Qur’an, merekalah yang dilaknat Allah dan dilaknat orang-orang yang menjatuhkan laknat”. Dalam ayat berikutnya ayat 160 dinyatakan ,” kecuali orang-orang yang telah taubat, berbuat kebaikan dan menerangkan apa-apa yang mereka sembunyikan, maka mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. Menurut ayat ini siapapun yang mendengar dan membaca pengetahuan yang berasal dari Allah SWT harus menyampaikan kepada pihak lain. Jika tidak maka akan dilaknat oleh Allah dan orang-orang yang melaknat yaitu yang seharusnya memperoleh manfaat dengan mendengarkan pengetahuan tersebut. Sekiranya dia bertaubat karena tidak menyampaikan maka taubatnya baru diterima Allah sekiranya dia telah menyampaikan pengetahuan tersebut kepada yang lain.
Pengetahuan yang sedikit dan sederhana soal ayam ini tentunya juga datang dari Allah terkait dengan surat Al An’aam 121 maka harus saya sampaikan kepada saudara-saudaraku kaum muslimin dan muslimat. Kalau tidak berarti saya termasuk orang-orang yang menyembunyikan.
Rekan-rekan saya di Dewan Pimpinan Pusat KORPRI menelpon saya untuk memberikan Kultum dalam rangka menyambut Ramadhan dan Alhamdulillah, makalah ini saya sampaikan dalam pertemuan tersebut tanggal 20 Agustus 2009 pk 11.00 bertempat di Kantor KORPRI lantai 7, Jl. Gajah Mada 8 Jakarta (ach.subianto).
- Tidak menunaikan zakat.
|
Ketua Gerakan Memakmurkan Masjid, Ketua Komisi Pengawas BAZNAS 2005-2011, Penasehat ISEI Cabang Jakarta 2001-2011, Ketua Umum Fokkus, Babinrohis Pusat, Mantan bendahara DPN KORPRI 2004-2009, Mantan Ketua IV PWRI 2003-2009, Ketua Umum Federasi Perasuransian Indonesia 2003, Ketua Umum Asosiasi Jaminan Sosial dan Jaminan Sosial 2000-2008, Direktur Utama PT Taspen 2000-2008 |

20 August 2009
826 views
2 Komentar

Segala laku perbuatan yang baik harus diawali dengan niat dan ucapan Bismillahirohma nirrohim agar terhindar dari laku perbuatan sirik. Mulai dari bangun tidur kembali tidur lagi kita dapat mengevaluasi berapa prosen laku perbuatan kita yang diridhoi Allah dan yang sirik (tidak minta ijin kepada Allah SWT).
Semoga Allah SWT selalu melindungi hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Yang lebih aman beli ayam hidup, pelihara, dipotong dan diolah sendiri. kita bikinkan rumah makan yang halal untuk kaum muslimin diseluruh penjuru indonesia.
Phenomena saat ini umat Islam terpecah dalam berbagai partai, golongan dan madzab atau sekte. Mereka yang menyatakan dirinya paling benar berarti yang lain menjadi tidak benar maka menurut surat Ar Ruum ini mereka yang menyatakan dirinya paling benar itu adalah orang yang membanggakan diri dan mereka itu adalah musyrik.Jadi cek lagi apakah kita selama ini telah berlaku seperti yang tercantum dalam surat Ar Ruum diatas.
Coba periksa: hadits dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, ia berkata :
Rasulullah Shallallahu Alaihy wa Sallam jika memulai sholat ia mengangkat dua tangan
sambil membuka jari lurus ke atas (HR. Muslim)
Beberapa banya orang shalat di masjid sekitar antum yang bertakbir dengan jari-jari tangannya tidak lurus?